"Tidak semua yang dirasa itu bisa dijelaskan / diungkapkan. Menurut saya merasa lebih dari mengenal atau hanya sekedar tahu! Merasakan itu lebih kepada yang inti. Menurut Saya kepribadian tidak pernah statis. Layaknya iman, kepribadian itu berubah dan kembali lagi! Dan yang mengerti dan paham itu semua hanyalah yang merasa bukan yang mengenal atau hanya sekedar tahu!"
Mengapa kepribadian harus dirasakan?
"Kembali lagi kepribadian layaknya kita iman. Untuk bisa memahami bahwa iman dinamis kita harus merasakan dan bukan hanya mengenal atau hanya sekedar tahu!"
Mengenal kepribadian layaknya mengenal iman?
"Seperti Itulah!"
From: silence of Neena (Speak loud and nobody hear)
Romantic Purple corp.





0 comments:
Post a Comment